4 Kecamatan 12 Desa Akan Dilalui Sutet

 

Jateng News, Pemalang

Kementrian Lingkungan hidup (KLH) menggelar sosialisasi tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tentang Saluran Umum Tegangan Tinggi (Sutet) 500 KV Mandirancan –Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjungjati B beberapa waktu lalu di Hotel Kencana, Pemalang.

Hadir dalam acara itu, beberapa SKPD terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan Kabupaten, Dinas Perindustrian Perdagangan  dan Koperasi, UPJ Pemalang, UPJ Tumbal,Comal dan perwakilan dari desa yang dilalui sutet.

Yakni, Kecamatan Bodeh antaranya Desa Bodeh dan Desa Kebandaran, Kecamatan Ampelgading antara lain Desa Kemuning, Desa Tegalsari Timur dan Desa Tegalsari Barat, Kecamatan Taman antaranya Desa Penggarit dan Desa Jebed Selatan, Kecamatan Pemalang anatara lain Desa Sungapan, Desa Sewaka, Desa Kramat dan Desa Banjarmulya. Rencananya, ada sekitar 48 tower yang akan dibangun dengan melintasi desa-desa tersebut.

Dian Ika Siswanti, S.Si. M.Si dalam sambutannya mengemukakan bahwa acara sosialisasi yang di adakan adalah sebagai tahap awal dari sosialisasi. Ditambahkan olehnya bahwa sesuai dengan apa yang menjadi dasar hukum yaitu UU RI No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 22 ayat (1) Setiap usaha /atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkugan hidup wajib memiliki amdal. Serta Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 11 tahun 2006 tentang Jenis rencana usaha dan /atau Kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL, sesuai lampiran I, point I, Bidang Sumber Daya Energi dan Mineral, Huruf c, Listrik dan Pemanfaatan Energi, Jenis Kegiatan Pembangunan Jaringan Transmisi 500 KV.

“intinya pertemuan kali ini adalah sebagai langkah awal sosialisasi kepada para pemimpin wilayah yang daerahnya dilintasi Sutet 500 KV yang direncanakan akan dibangun,” tandasnya.

Sementara itu, M. Ismail Aji, SE.  wakil  dari PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jaringan Jawa – Bali menambahkan sutet 500 KV yang ditujukan untuk menyalurkan energi listrik dari pusat pembangkit menuju pusat beban sehingga energi listrik bisa disakurkan dengan effisien.

Sutet  yang melewati Kabupaten Pemalang sepanjang  242,5 km dengan jumlah tower sekitar 568 tower melalui 4 kecamatan dan 12 desa akan dilakukan dengan tahap pra kontruksi yaitu surve dan pengadaan lahan, tahap konstruksi yaitu mobilisasi, demobilisasi, peralatan dan material, pengerahan tenaga kerja kontstruksi, pembersihan lahan-lahan tapak tower dan ruang bebas, pembangunan pondasi, pendirian menara, penarikan kawat penghantar, komisioning test. Tahap operasi yaitu penyaluran tenaga listrik, pemeliharaan Sutet. Tahap paska operasi yaitu pembongkaran menara dan peningkatan kapasitas saluran udara.

“Semua itu bisa kami laksanakan sesuai dengan jadwal yang tekah kami susun dengan bantuan saudara-saudara Camat dan Kepala Desa yang wilayahnya dilalui jalur sutet tersebut,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Ir. Tri Agustomo, M.Si selaku konsultan dari PT. Dalla Billa Sejati mengemukakan bahwa pembangunan Sutet juga akan berdampak secara fisik dan kimia, medan magnet dan medan listrik akan terbentuk, kualitas udara menjadi berkurang, namun demikian dari segi positif bisa dijabarkan kesempatan kerja dan berusaha memanfaakan masyarakat melalui lahan yang menjadi tiang pancang bangunan dengan harapan pendapatan masyarakat meningkat.

(benx2 – suryo)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s